JAKARTA, ICONONLINE.ID – Proyek strategis pengaliran gas dari Natuna menuju wilayah Indonesia memasuki tahap penting. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa pekerjaan utama yang dinilai paling krusial, yakni operasi Hot Tap Pipa WNTS–Pemping, telah berhasil diselesaikan sesuai jadwal dengan kondisi aman dan tanpa insiden kecelakaan kerja.

Keberhasilan penyelesaian tahapan tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur energi nasional yang selama ini dinantikan untuk memperkuat pemanfaatan sumber daya gas domestik.

“Alhamdulillah, pekerjaan paling utama yang sangat kritis yaitu operasi Hot Tap Pipa WNTS–Pemping telah selesai dengan aman, selamat, tanpa kecelakaan, dan sesuai jadwal,” ujar Djoko Siswanto.

Saat ini, proyek memasuki tahapan lanjutan berupa persiapan pelepasan peralatan pengeboran hot tap yang dilakukan oleh tim penyelam profesional.

Djoko menjelaskan, proses pelepasan peralatan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi arus laut dan kesiapan fisik para penyelam agar seluruh pekerjaan dapat berlangsung secara optimal tanpa mengganggu aspek keselamatan.

“Tim penyelam saat ini bersiap melepas peralatan drill hot tap dengan tetap menunggu kondisi arus laut yang tenang serta menjaga stamina personel agar tidak mengalami kelelahan,” katanya.

Setelah tahapan tersebut selesai, proyek akan memasuki proses komisioning yang dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.

Secara paralel, tim SKK Migas juga tengah menyiapkan pasokan gas sebagai bagian dari uji operasional sebelum distribusi dilakukan secara penuh.

Menurut Djoko, komisioning ini memiliki arti penting karena menjadi momentum bersejarah yang memungkinkan gas dari Natuna untuk pertama kalinya dapat mengalir ke wilayah Negara Republik Indonesia.