JAKARTA, ICONONLINE.ID – Upaya pemerintah dalam melindungi jutaan petani kelapa sawit mulai menunjukkan hasil positif. Harga Tandan Buah Segar (TBS) di berbagai wilayah Indonesia kini berangsur pulih dan kembali bergerak naik mengikuti ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah daerah.

Pemulihan harga tersebut terjadi setelah intervensi intensif yang dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dengan dukungan Satgas Pangan Polri.

Kementerian Pertanian tercatat telah melakukan sedikitnya tiga kali pertemuan intensif bersama pelaku usaha, asosiasi, dan perwakilan petani sawit guna memastikan harga TBS di tingkat petani kembali mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.

Langkah tersebut ditempuh setelah sebelumnya harga TBS mengalami penurunan yang dinilai tidak sejalan dengan tren kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) dunia maupun penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa sebagian besar perusahaan sawit kini mulai melakukan penyesuaian harga pembelian TBS dari petani.

“Harga TBS sudah naik sekitar 80–85 persen, kemungkinan saat ini sudah mencapai 90 persen perusahaan yang menaikkan harga. Yang belum naik tetap kami telusuri bersama Satgas,” ujar Amran.

Berdasarkan laporan harian Kementerian Pertanian, jumlah perusahaan yang sebelumnya belum melakukan penyesuaian harga mengalami penurunan signifikan. Dari sekitar 270 perusahaan yang teridentifikasi, kini tersisa sekitar 130 perusahaan yang masih dalam proses pemantauan.

Menurut Amran, pemerintah tidak hanya fokus pada kenaikan harga sesaat, tetapi juga memastikan tren positif tersebut berlangsung secara berkelanjutan.

“Kita monitor seluruh Indonesia. Jangan sampai harga naik lalu turun kembali. Pengawasan akan terus dilakukan,” tegasnya.