JAKARTA, ICONONLINE.ID – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional menegaskan komitmennya memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui strategi pembangunan yang adaptif dalam menghadapi perubahan ekonomi dan dinamika geopolitik global.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard saat membuka Seminar Islamic Economic Outlook 2026: Scenario & Strategic Options for Regional Crisis di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Menurut Febrian, ketidakpastian global saat ini bukan lagi kondisi sementara, melainkan realitas yang harus diantisipasi melalui perencanaan pembangunan yang tangguh dan berkelanjutan.

“Tujuan kita bukan sekadar melindungi ekonomi Indonesia dari risiko global, tetapi membangun ekonomi yang mampu belajar, beradaptasi, dan tumbuh lebih kuat dari setiap tantangan,” ujar Febrian.

Dalam forum tersebut, perhatian juga tertuju pada peluang penguatan ekonomi syariah Indonesia di tengah dinamika geopolitik global, termasuk dampak konflik yang memengaruhi perdagangan internasional, investasi, rantai pasok, hingga industri halal dunia.

Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar, menilai kondisi global saat ini justru dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai pemain utama ekonomi halal dunia.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal strategis sebagai negara dengan populasi muslim terbesar sekaligus bagian penting dalam Organisasi Kerja Sama Islam.

“Krisis geopolitik tidak hanya berdampak pada kawasan konflik, tetapi juga memengaruhi perdagangan, investasi, rantai pasok, hingga perkembangan industri halal global. Karena itu, Indonesia perlu menyiapkan langkah antisipatif sejak dini,” jelas Sapta.

Sebagai bagian dari strategi jangka menengah, pemerintah menekankan pentingnya integrasi kerja sama ekonomi intra-OKI, pengembangan industri bernilai tambah dalam ekosistem ekonomi Islam, serta penguatan koordinasi lintas sektor.