JAKARTA, ICONONLINE.ID – Aparat keamanan gabungan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam pelaksanaan eksekusi pengosongan Barang Milik Negara (BMN) Blok 15 di kawasan eks Hotel Sultan, Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/6/2026).
Sebanyak 3.161 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan jalannya eksekusi yang dilakukan berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait perkara Nomor 208/Pdt.G/2025/PN.Jkt.Pst. Personel tersebut berasal dari unsur Polda Metro Jaya, TNI AD, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, Pamdal GBK, hingga tim medis Dinas Kesehatan.
Sejak awal pelaksanaan, aparat keamanan mengutamakan langkah persuasif dengan mengimbau massa yang masih berada di area objek eksekusi agar meninggalkan lokasi secara tertib dan sukarela. Melalui pengeras suara, petugas menyampaikan ajakan secara santun guna menjaga situasi tetap kondusif.
Selain itu, petugas juga membuka ruang komunikasi dengan perwakilan massa. Berbagai aspirasi dan keluhan yang disampaikan didengarkan sebagai bentuk penghormatan terhadap hak warga negara sebelum proses pengosongan dilaksanakan.
Namun, situasi sempat memanas ketika sejumlah kelompok massa diduga melakukan aksi pelemparan batu dan benda keras ke arah petugas yang berjaga. Untuk mengantisipasi meluasnya gangguan keamanan dan memastikan proses eksekusi berjalan sesuai ketentuan hukum, aparat melakukan pembatasan serta pembubaran massa secara terukur.
Akibat insiden tersebut, sejumlah pihak mengalami luka-luka. Tim medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Metro Jaya langsung memberikan penanganan kepada para korban di lokasi kejadian.
Data sementara mencatat terdapat 31 korban luka yang terdiri dari 28 personel Polri, satu anggota TNI, dan dua warga sipil. Seluruh korban mendapatkan penanganan medis sesuai kebutuhan.
Dalam upaya menjaga keamanan dan mendalami dugaan tindakan penghalangan pelaksanaan putusan pengadilan, aparat mengamankan 119 orang ke Mapolda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyampaikan keprihatinan atas terjadinya bentrokan yang menyebabkan korban luka dari berbagai pihak.