Jakarta, Icononline.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infrastruktur), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa ancaman kenaikan muka air laut tidak dapat dipandang hanya sebagai persoalan teknis pembangunan infrastruktur. Menurutnya, isu tersebut menyangkut masa depan masyarakat pesisir, kemanusiaan, hingga keberlangsungan peradaban.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan yang adaptif terhadap perubahan iklim dan risiko bencana di Indonesia.

Menurut AHY, perlindungan terhadap wilayah pesisir harus menjadi prioritas karena dampak kenaikan muka air laut semakin nyata dirasakan masyarakat di berbagai daerah.

"Ini adalah persoalan kemanusiaan, bahkan persoalan peradaban. Yang kita lindungi bukan hanya garis pantai, tetapi masa depan masyarakat pesisir dan generasi yang akan datang," ujar AHY.

Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya berfokus pada pelaksanaan proyek fisik. Seluruh kebijakan harus diawali dengan perencanaan yang matang agar investasi yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.

Menurut AHY, setiap proyek pembangunan harus disusun berdasarkan kajian ilmiah yang kuat, didukung teknologi yang tepat, serta memiliki skema pembiayaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Perencanaan tidak akan berarti tanpa eksekusi. Namun eksekusi juga dapat salah arah apabila tidak dibangun di atas perencanaan yang matang, berbasis sains, layak secara teknologi, dan dapat dipertanggungjawabkan secara pembiayaan," tegasnya.

Ia menilai pendekatan tersebut menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks, termasuk ancaman abrasi, banjir rob, dan kerusakan kawasan pesisir.

AHY juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus mengedepankan aspek keberlanjutan agar mampu melindungi masyarakat sekaligus menjaga ketahanan wilayah Indonesia dalam jangka panjang.