JAKARTA, ICONONLINE.ID – Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menegaskan bahwa target Indonesia Emas 2045 hanya dapat diwujudkan apabila pemerintah mampu menghadirkan pemerataan akses pembiayaan dan permodalan bagi seluruh pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pernyataan tersebut disampaikan Saleh saat memimpin rapat Panitia Kerja (Panja) Akses Pembiayaan dan Permodalan bersama Kementerian UMKM di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/7/2026).
Menurut Saleh, pertumbuhan ekonomi nasional harus dibangun dengan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia menilai pelaku UMKM masih membutuhkan dukungan permodalan agar mampu berkembang dan meningkatkan daya saing.
"Jangan sampai permodalan yang diselenggarakan oleh negara hanya dinikmati oleh pelaku-pelaku usaha yang selama ini sering mendapatkan modal besar. Sementara pelaku usaha yang membutuhkan justru tidak pernah mendapatkan dan semakin sulit memperoleh modal," ujar Saleh.
Ia mengingatkan, ketimpangan akses pembiayaan berpotensi memperlebar kesenjangan ekonomi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah dalam penyaluran modal harus diarahkan untuk menciptakan pemerataan sekaligus meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Kalau permodalan dan pembiayaannya tidak jalan, yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Ini bukan sesuatu yang baru," katanya.
Saleh menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen untuk membuka akses pembiayaan seluas-luasnya bagi masyarakat. Menurutnya, arah kebijakan ekonomi nasional saat ini berfokus pada penguatan ekonomi yang berpihak kepada rakyat.
Ia menilai kebijakan tersebut sejalan dengan semangat Ekonomi Pancasila yang mengedepankan prinsip pemerataan, keadilan, dan kesejahteraan bersama.
"Tidak tertutup kemungkinan kalau Ekonomi Pancasila ini bergerak dengan baik, maka tentu akan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat kita," ujarnya.