KENDAL, Icononline.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal terus mengembangkan program pembinaan kemandirian berbasis produktivitas. Kali ini, lapas tersebut bersiap memasarkan lebih dari satu ton pupuk kandang (kohe) hasil olahan warga binaan yang telah dikemas dalam ukuran 5 kilogram dan 50 kilogram, Jumat (17/7/2026).

Pupuk organik tersebut diproduksi dengan memanfaatkan limbah kotoran sapi dan domba yang berasal dari area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Terbuka Kendal. Seluruh proses pengolahan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan warga binaan sebagai bagian dari program pembinaan keterampilan dan pemberdayaan.

Diolah Melalui Proses Fermentasi Selama 21 Hari

Proses produksi pupuk kandang dimulai dari penjemuran kotoran ternak hingga benar-benar kering. Setelah itu, bahan baku digiling agar memiliki tekstur yang lebih halus dan seragam.

Tahap berikutnya adalah proses fermentasi menggunakan larutan Effective Microorganisms 4 (EM4) selama 21 hari hingga menghasilkan pupuk organik yang matang dan siap digunakan. Setelah selesai difermentasi, pupuk dikemas agar lebih praktis untuk dipasarkan kepada masyarakat.

Kepala Lapas Terbuka Kendal, Nu'man Fauzi, mengatakan pengolahan pupuk kandang merupakan salah satu bentuk optimalisasi potensi yang dimiliki Lapas Terbuka Kendal.

Selain memberikan nilai tambah terhadap limbah peternakan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.

"Kami optimistis pupuk kohe hasil produksi Lapas Terbuka Kendal mampu bersaing dan diterima di pasaran. Seluruh proses produksi dilakukan dengan memperhatikan kualitas, mulai dari pemilihan bahan baku, proses fermentasi hingga pengemasan. Harapannya, produk ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bukti bahwa program pembinaan di Lapas mampu menghasilkan produk yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang bernilai," ujar Nu'man Fauzi.

Bekal Keterampilan bagi Warga Binaan