JAKARTA, IconOnline.id – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menawarkan strategi Papua Pacific Gateway kepada Menteri Luar Negeri Sugiono sebagai langkah memperkuat peran Papua dalam mendukung diplomasi Indonesia di kawasan Pasifik melalui pendekatan olahraga, budaya, dan pariwisata.

Gagasan tersebut disampaikan saat pertemuan dengan Menteri Luar Negeri di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

"Pada Selasa (30/6) kami bertemu Menteri Luar Negeri Sugiono di Kantor Kementerian Luar Negeri, di mana pada pertemuan tersebut kami memaparkan konsep yang menempatkan Papua sebagai pintu gerbang hubungan Indonesia dengan negara-negara Melanesia dan Pasifik," ujar Fakhiri dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).

Menurut Fakhiri, pendekatan melalui olahraga, budaya, dan pariwisata merupakan bentuk diplomasi lunak (soft diplomacy) yang dinilai efektif untuk membangun hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkuat citra positif Papua di tingkat internasional.

"Kami juga membahas bagaimana kegiatan olahraga menjadi jembatan, kemudian budaya dan pariwisata menjadi pendekatan yang paling lunak untuk membangun pandangan positif tentang Papua," katanya.

Papua sebagai Gerbang Indonesia ke Pasifik

Fakhiri menjelaskan, kehadiran atlet, wisatawan, akademisi, maupun delegasi dari negara-negara Pasifik di Papua akan memberikan kesempatan bagi mereka untuk melihat secara langsung kondisi dan perkembangan Papua.

Melalui interaksi tersebut, diharapkan akan terbentuk pemahaman yang lebih baik mengenai Papua sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Melanesia dan Pasifik.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Papua mengusulkan agar Kementerian Luar Negeri menjadi koordinator lintas kementerian dan lembaga sehingga implementasi strategi Papua Pacific Gateway dapat berjalan secara terintegrasi.