BANDUNG - ICONONLINE.ID
Pemerintah Kecamatan Astana Anyar sukses mengintegrasikan program pengelolaan lingkungan dengan ketahanan kesehatan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Melalui skema sinergis Bazaar "Bayar Pakai Sampah" yang dirangkaikan dengan aksi donor darah, otoritas kewilayahan berhasil mengonversi lebih dari 2 ton limbah anorganik rumah tangga menjadi penopang kebutuhan hidup harian warga.
Langkah taktis ini tidak hanya berkontribusi langsung pada sanitasi lingkungan guna mencegah potensi risiko penyakit akibat tumpukan sampah, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi yang meringankan beban finansial dapur masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
"Kemarin dari hasil rekapitulasi, sampah anorganik yang berhasil dipilah dan dikumpulkan warga mencapai lebih dari 2 ton. Seluruhnya dikonversikan menjadi instrumen penguat daya beli masyarakat," ujar salah seorang pejabat otoritas Pemerintah Kecamatan Astana Anyar saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).
Dalam pelaksanaannya, pihak kecamatan menggandeng komunitas Bandung Dikilau dan jaringan ritel lokal. Warga yang datang membawa sampah bernilai ekonomis—seperti botol plastik, kertas, dan logam—akan mendapatkan bon atau kupon belanja.
Istimewanya, kegiatan ini juga berjalan simultan dengan pemenuhan stok darah massal melalui Palang Merah Indonesia (PMI).
Dalam keterangannya, masyarakat membawa sampah dari rumah untuk ditukar dengan bon belanja di supermarket yang sudah bekerja sama. Di lokasi yang sama, mereka juga ikut dalam aksi mendonorkan darahnya. Ini adalah upaya simultan untuk membangun ketahanan fisik sekaligus kebersihan lingkungan.
Sistem transaksi dalam bazaar ini dirancang ramah kantong guna mendukung kemandirian ekonomi keluarga. Jika nilai komoditas sembako yang diambil warga melebihi nominal kupon hasil konversi sampah, warga mendapatkan kelonggaran untuk menutup sisanya menggunakan uang tunai.