JAKARTA, ICONONLINE.ID – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menunjukkan perkembangan positif sebagai salah satu program prioritas pemerintah. Hingga akhir 2025, cakupan kepesertaan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia telah mencapai 282,7 juta jiwa, setara dengan 98,62 persen dari total penduduk Indonesia.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan capaian tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 278,1 juta peserta.

"Angka ini mencakup 98,62 persen dari total penduduk Indonesia, meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 278,1 juta jiwa," ujar Prihati dalam Public Expose Pengelolaan Program dan Keuangan BPJS Kesehatan 2025 di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, peningkatan kepesertaan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang adil, merata, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Program JKN juga menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden sekaligus salah satu prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Program JKN merupakan wujud nyata komitmen negara dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada seluruh rakyat. Program ini menjadi bagian dari Asta Cita Presiden sekaligus salah satu program prioritas nasional," katanya.

Jaringan Layanan Terus Diperluas

Untuk memastikan seluruh masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan, BPJS Kesehatan terus memperluas jaringan pelayanan di berbagai daerah.

Saat ini, BPJS Kesehatan didukung oleh satu kantor pusat, 12 kantor kedeputian wilayah, 126 kantor cabang, serta 387 kantor kabupaten/kota yang tersebar di 513 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia.

Selain layanan di kantor cabang, BPJS Kesehatan juga menghadirkan berbagai layanan jemput bola melalui BPJS Keliling. Sepanjang 2025, layanan tersebut berhasil melayani 698.227 transaksi di 30.317 titik layanan, khususnya untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil maupun kawasan dengan mobilitas tinggi.