PANGKALPINANG, ICONONLINE.ID — Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Pangkalpinang menggelar pertemuan penguatan jejaring kerja guna meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi penyakit infeksi emerging, khususnya virus Hanta dan Ebola, Jumat (22/5/2026). Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan kesehatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.  

Pertemuan tersebut diikuti seluruh rumah sakit pemerintah rujukan wabah di Bangka Belitung, serta Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan provinsi. Fokus pembahasan mencakup kesiapan teknis penanganan kasus, pengawasan perkembangan situasi, hingga penguatan sistem deteksi dini di pintu masuk pelabuhan dan bandara.  

Kegiatan ini digelar sebagai respons atas meningkatnya perhatian global terhadap penyebaran virus Hanta dan Ebola setelah dunia sebelumnya menghadapi pandemi Covid-19. Kementerian Kesehatan RI pun meminta seluruh daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit infeksi emerging tersebut.  

Hantavirus diketahui merupakan kelompok virus yang dapat menyebabkan gangguan paru-paru maupun gangguan pembuluh darah dan ginjal. Virus ini ditularkan melalui tikus dan hewan pengerat lainnya, terutama melalui kontak dengan urin, air liur, atau kotoran hewan yang terinfeksi.  

Sementara itu, Ebola Virus Disease (EVD) merupakan penyakit yang pertama kali ditemukan pada tahun 1976 di Republik Demokratik Kongo dan Sudan Selatan. Gejala Ebola meliputi demam mendadak, sakit kepala, nyeri otot, muntah, diare, hingga perdarahan dalam maupun luar tubuh pada kondisi tertentu.  

Kepala BKK Pangkalpinang, Agus Syah Fiqhi Haerullah, mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah pengawasan dan deteksi dini di wilayah kerja yang mencakup tujuh pelabuhan dan dua bandara di Bangka Belitung.

“BKK Pangkalpinang bertugas melakukan pengawasan faktor risiko kesehatan pada 7 pelabuhan dan 2 bandara di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kami menyatakan kesiapan dalam deteksi dini penanganan kasus penyakit infeksi emerging seperti Hanta dan Ebola,” ujarnya.  

Ia menegaskan, koordinasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memastikan kesiapan penanganan apabila ditemukan kasus di pintu masuk wilayah.

Sejumlah rumah sakit pemerintah di Bangka Belitung juga telah menyatakan kesiapan ruang isolasi, di antaranya RSUP Ir. Soekarno Provinsi Babel, RS Depati Hamzah Pangkalpinang, dan RS Marsidi Judono Belitung.