BANDUNG - ICONONLINE.ID

Suasana Lapangan Lempar Pisau SOR Hoki Cikutra, Jalan Cikutra No. 205, Kota Bandung, tampak berbeda akhir pekan ini. Ratusan pelempar pisau dan kapak dari berbagai daerah berkumpul dalam Black Tea Bearer Reunion, ajang silaturahmi nasional yang digagas komunitas D'Lempar Pisau Indonesia (DLempis), Sabtu-Minggu (18-19/7/2026).

Ketua Umum DLempis, Taufik Wijaya, yang membuka acara mengatakan kegiatan ini menjadi momen mempererat kebersamaan antaranggota, sekaligus memperkenalkan olahraga lempar pisau kepada masyarakat luas yang menurutnya masih belum banyak mengenal cabang olahraga ini.

“Dulu pesertanya eksklusif hanya anggota Black Tea, sekarang anggota Black Tea, calon Black Tea, dan undangan, termasuk teman-teman dari Lempiknas,” ujar Taufik.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik bergabung melalui percabangan komunitas di berbagai daerah, baik lewat Lempiknas maupun DLempis.

Kehadiran Ketua Harian Pengurus Pusat Lempar Pisau Kreasi Nasional (Lempiknas), Denny Wargadibrata, turut mewarnai reuni ini. Ia menyebut momen tersebut sebagai kesempatan berharga bertemu langsung dengan sesama pelempar pisau dari berbagai penjuru negeri.

“Lewat reuni ini kita bisa bertatap muka langsung dengan para pelempar pisau dari berbagai daerah. DLempis adalah cikal bakal berdirinya olahraga lempar pisau di Indonesia,” ujar Denny, yang turut membawa sekitar 20 peserta Lempiknas dalam ajang ini.

Yang menarik, reuni ini tak hanya menyedot perhatian kalangan olahraga, tapi juga tokoh masyarakat. Tokoh Masyarakat Jawa Barat sekaligus pegiat budaya, H. Asep Ruslan atau akrab disapa Kang Asep, menilai lempar pisau dan kapak menyimpan nilai lebih dari sekadar unjuk ketangkasan.

“Olahraga ini mampu membentuk karakter positif dan menumbuhkan sikap disiplin jika dilakukan secara rutin, serta mengajarkan nilai-nilai kepemimpinan,” kata Kang Asep.