KENDAL, ICONONLINE.ID – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal dalam menghadirkan program pembinaan yang berdampak langsung bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui keterlibatan warga binaan dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2026 di Desa Wonosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Sabtu (18/7/2026).
Setelah sebelumnya Kepala Lapas Terbuka Kendal menghadiri upacara pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap III, kini warga binaan turut ambil bagian membantu proses pengecoran jalan sepanjang 650 meter menuju Dusun Mbaran.
Partisipasi tersebut menjadi implementasi nyata program reintegrasi sosial yang dijalankan Lapas Terbuka Kendal. Melalui kegiatan bersama personel TNI, pemerintah desa, dan masyarakat, warga binaan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta semangat gotong royong sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.
Selain memberikan pengalaman kerja nyata, pembangunan jalan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi warga menuju Dusun Mbaran.
Kepala Lapas Terbuka Kelas IIB Kendal, Nu'man Fauzi, menegaskan bahwa keterlibatan warga binaan dalam TMMD merupakan bukti bahwa pembinaan di Lapas Terbuka tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga mendorong kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
"Keterlibatan warga binaan dalam kegiatan TMMD merupakan implementasi pembinaan yang berorientasi pada reintegrasi sosial. Melalui kegiatan ini mereka belajar bekerja secara disiplin, bertanggung jawab, serta membangun kembali kepercayaan masyarakat melalui karya yang bermanfaat. Inilah wujud nyata bahwa Pemasyarakatan tidak hanya membina, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi masyarakat sebagaimana semangat Pemasyarakatan PASTI Bermanfaat untuk Masyarakat," ujar Nu'man Fauzi.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Lapas Terbuka Kendal, Yudi Suhartono, menjelaskan seluruh warga binaan yang dilibatkan telah melalui proses asesmen serta memenuhi persyaratan administratif dan keamanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, selama pelaksanaan kegiatan seluruh warga binaan berada di bawah pengawasan petugas dan menunjukkan sikap disiplin, kooperatif, serta mampu bekerja sama dengan personel TNI maupun masyarakat.