JAKARTA, ICONONLINE.ID – Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen, meningkat dibandingkan hasil survei tahun 2025 yang berada di angka 76,2 persen.

Ketua Umum Bara JP, Willem Frans Ansanay, menilai peningkatan kepercayaan masyarakat tersebut merupakan hasil dari berbagai langkah pembenahan yang terus dilakukan Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menurut Frans, capaian tersebut tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses reformasi internal yang dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan profesionalisme personel, perbaikan tata kelola organisasi, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

"Peningkatan kepercayaan masyarakat merupakan hasil dari kerja keras seluruh jajaran Polri dalam melakukan pembenahan organisasi, memperkuat profesionalisme, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar Frans.

Ia menilai masyarakat kini mulai merasakan perubahan nyata dalam kinerja kepolisian. Berbagai program transformasi organisasi, peningkatan mutu pelayanan, serta penguatan profesionalisme anggota menjadi faktor penting yang mendorong meningkatnya kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, memberikan perlindungan, pengayoman, serta pelayanan kepada masyarakat.

"Kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi aparat penegak hukum dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Frans menambahkan, hasil survei Litbang Kompas tersebut juga dapat dipandang sebagai bentuk apresiasi masyarakat terhadap proses reformasi dan transformasi yang terus dijalankan Polri dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh jajaran kepolisian tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, peningkatan transparansi, akuntabilitas, integritas, dan kualitas pelayanan publik harus terus menjadi prioritas utama.