Bogor, ICONONLINE.ID – Pihak SMAN 4 Cibinong memberikan klarifikasi terkait viralnya dugaan kasus pelecehan yang melibatkan seorang oknum guru Bimbingan Konseling (BK) di lingkungan sekolah tersebut.

Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 4 Cibinong, Kusmiarso menjelaskan bahwa informasi terkait dugaan pelecehan itu mulai viral pada Rabu, 6 Mei 2026.

Menurutnya, setelah menerima informasi tersebut, pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat dengan melaporkan kejadian itu kepada kepala sekolah dan melakukan penelusuran informasi terhadap oknum guru BK yang diduga terlibat.

“Kami langsung melaporkan kepada kepala sekolah dan mencari informasi yang sebenarnya kepada pihak terduga pelaku,” ujar Kusmiarso kepada ICONONLINE.ID, Senin (12/5/2026).

Ia menjelaskan, pada Jumat, 8 Mei 2026, oknum guru BK tersebut langsung dinonaktifkan oleh pihak sekolah sambil menunggu proses penanganan lebih lanjut.

Selain itu, pihak sekolah juga telah berkoordinasi dengan Kantor Cabang Dinas Wilayah I Jawa Barat terkait langkah penanganan kasus tersebut.

“Tepat pada hari Jumat, oknum guru BK langsung dinonaktifkan oleh kepala sekolah dan kami berkoordinasi dengan KCD Wilayah I untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Kusmiarso menambahkan, pihak yang bersangkutan juga telah melakukan mediasi bersama keluarga korban dengan menghadirkan kedua belah pihak yang turut disaksikan aparat penegak hukum (APH).

Sementara itu, korban disebut masih tetap menjalani aktivitas belajar di SMAN 4 Cibinong dan memilih untuk tetap melanjutkan sekolah di sana. Korban juga telah mendapatkan pendampingan dari unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).