BANDUNG, ICONONLINE.ID – Anggota Komite III DPD RI dari Daerah Pemilihan Jawa Barat, Agita Nurfianti, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pelestarian budaya sebagai gerakan bersama yang dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, hingga ruang digital.
Menurut Agita, budaya tidak boleh hanya hadir dalam festival atau pertunjukan seni, tetapi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sebagai identitas bangsa yang terus diwariskan kepada generasi penerus.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Pagelaran dan Diskusi Budaya "Ciparay Medar Budaya II" di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
"Ketika kita berbicara tentang budaya, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang jati diri. Tentang siapa kita, dari mana kita berasal, dan nilai-nilai apa yang ingin kita wariskan kepada generasi penerus," ujar Agita dalam keterangan resminya, Selasa (7/7/2026).
Agita menilai Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, mulai dari keberagaman suku, bahasa daerah, adat istiadat, kesenian, hingga tradisi yang menjadi modal sosial untuk memperkuat persatuan bangsa.
Khusus di Jawa Barat, berbagai warisan budaya seperti angklung, calung, wayang golek, jaipongan, pencak silat, karinding, kaulinan barudak, hingga nilai-nilai silih asih, silih asah, dan silih asuh harus terus dilestarikan melalui regenerasi dan keterlibatan aktif masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital tidak boleh membuat generasi muda lebih mengenal budaya asing dibandingkan budaya daerahnya sendiri.
Karena itu, Agita mendorong pemanfaatan media digital sebagai sarana memperkenalkan seni, bahasa, kuliner, permainan tradisional, serta berbagai kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat dunia.
"Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu membawa budayanya berjalan berdampingan dengan perkembangan zaman," tegasnya.