BOGOR, ICONONLINE.ID – Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid At-Taubah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong saat warga binaan mengikuti rangkaian pembinaan keagamaan berupa pembacaan Surah Yasin, dzikir, doa bersama, hingga penampilan marawis, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan yang menjadi agenda rutin pembinaan kepribadian tersebut diawali dengan pelaksanaan salat Maghrib berjamaah yang diikuti warga binaan bersama petugas lapas. Setelah itu, seluruh peserta bersama-sama melantunkan Surah Yasin, berdzikir, serta memanjatkan doa sebagai ikhtiar memperkuat keimanan, memohon ampunan, dan memohon kemudahan dalam menjalani kehidupan.

Program pembinaan keagamaan ini menjadi salah satu upaya Lapas Kelas IIA Cibinong dalam membentuk karakter warga binaan melalui pendekatan spiritual, sekaligus memberikan ruang bagi mereka untuk menyalurkan bakat seni religi.

Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat) Lapas Kelas IIA Cibinong, Ricky Robby Rizkiawan, mengatakan kegiatan keagamaan merupakan salah satu pilar utama dalam pembinaan kepribadian yang terus dikembangkan di lingkungan lapas.

"Kami ingin menghadirkan lingkungan pembinaan yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga mampu memberikan ketenangan batin bagi warga binaan. Melalui Yasinan, dzikir, dan marawis, kami berharap mereka semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, serta memiliki motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat," ujar Robby.

Suasana malam semakin syahdu saat kelompok seni religi warga binaan menampilkan marawis dengan iringan rebana dan lantunan selawat. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bernuansa islami, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan pembinaan dalam mengembangkan kreativitas, bakat, dan rasa kebersamaan di antara warga binaan.

Salah seorang warga binaan berinisial AP mengaku kegiatan malam Jumat selalu menjadi momen yang paling dinantikan karena memberikan ketenangan batin sekaligus harapan baru.

"Setiap mengikuti Yasinan dan dzikir, saya merasa diingatkan untuk terus memperbaiki diri. Kegiatan ini membuat saya lebih sabar, lebih ikhlas, dan semakin yakin bahwa setiap orang masih memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik," ungkapnya.

Lapas Kelas IIA Cibinong berharap kegiatan pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin ini mampu meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan, membentuk karakter yang lebih baik, serta menumbuhkan optimisme dalam menjalani masa pidana.