BOGOR, ICONONLINE.ID – Musim 2026 kembali menjadi catatan pahit bagi Satria Muda Pertamina. Untuk dua musim berturut-turut, tim yang dikenal sebagai salah satu raksasa basket Indonesia tersebut gagal melangkah ke partai final Indonesian Basketball League (IBL).
Pada babak semifinal IBL 2026, Satria Muda harus mengakui keunggulan Bogor Hornbills dengan skor seri 1-3. Hasil tersebut sekaligus menciptakan sejarah baru bagi Hornbills yang untuk pertama kalinya berhasil menembus babak final kompetisi basket tertinggi di Indonesia.
Kegagalan ini memperpanjang tren negatif Satria Muda setelah pada musim 2025 mereka juga tersingkir di semifinal usai kalah 1-2 dari Pelita Jaya.
Padahal, perjalanan Satria Muda sepanjang musim reguler 2026 sempat menunjukkan performa menjanjikan. Mereka tampil konsisten sejak Januari hingga April dengan hanya menelan dua kekalahan dan membukukan rekor 15-2.
Namun memasuki fase akhir musim, performa tim mulai mengalami penurunan. Transisi pemain asing serta persoalan cedera disebut menjadi faktor yang memengaruhi kestabilan permainan.
Satria Muda akhirnya menutup musim reguler di peringkat kedua dengan catatan 15 kemenangan dan 5 kekalahan setelah mengalami tiga kekalahan beruntun di penghujung kompetisi.
Situasi tersebut berlanjut hingga babak playoff. Sebaliknya, Bogor Hornbills tampil lebih stabil karena mempertahankan komposisi pemain asing maupun lokal sejak awal musim.
Pelatih Satria Muda, Djordje Jovicic, mengakui timnya kesulitan menjaga konsistensi permainan selama seri semifinal.
“Pertandingan di seri semifinal dengan Hornbills selalu ketat. Tetapi kami tidak cukup punya kekuatan untuk menghentikan mereka di Game 4. Sulit untuk memenangkan pertandingan jika kami tidak menjalankan bola dengan baik,” ujarnya usai pertandingan.