BOGOR, ICONONLINE.ID — Pemerintah Kabupaten Bogor terus mempercepat pembangunan infrastruktur dan pengelolaan lingkungan sebagai upaya meningkatkan konektivitas serta kualitas hidup masyarakat.

Salah satu langkah strategis yang akan dilakukan pada tahun 2026 adalah pembebasan lahan untuk pembangunan jalan penghubung dari Ranca Bungur menuju Leuwiliang.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan pembangunan jalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas antarwilayah, khususnya di kawasan Bogor bagian barat, sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur jalan, Pemerintah Kabupaten Bogor juga merencanakan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Leuwiliang.

“Proyek ini menjadi bagian dari upaya penanganan sampah sekaligus pemanfaatannya sebagai sumber energi alternatif,” ujar Rudy Susmanto, Minggu (18/5/2026).

Rudy menjelaskan, groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek tersebut direncanakan berlangsung pada Juni 2026 dengan melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup, pemerintah pusat, serta pihak swasta sebagai pemenang lelang, yakni Weming Group.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga menyampaikan apresiasi kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah mendukung pembangunan fasilitas waste to fuel atau teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak.

Fasilitas tersebut dibangun di lokasi yang sama dengan rencana pembangunan PSEL di Leuwiliang.

Keberadaan dua fasilitas pengolahan sampah itu diharapkan mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah melalui konversi sampah menjadi energi listrik dan bahan bakar.