BOGOR, ICONONLINE.ID – Atas arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TB) melalui berbagai strategi, salah satunya pengembangan program Desa Siaga TB yang dinilai efektif meningkatkan penemuan kasus dan mempercepat penanganan penyakit menular di tengah masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, saat mewakili Bupati Bogor mengikuti Rapat Koordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan terkait Optimalisasi Pendanaan Kesehatan di Daerah untuk Percepatan Penuntasan Tuberkulosis.
Rapat dilaksanakan secara daring dari Ruang Rapat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Rabu (17/6/2026), dan turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dr. Fusia Meidiawaty beserta jajaran.
Rakor tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis yang menempatkan eliminasi TB sebagai bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional.
Ajat menjelaskan, luas wilayah Kabupaten Bogor yang hampir lima kali lebih besar dibanding DKI Jakarta menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian tuberkulosis. Karena itu, diperlukan strategi yang lebih dekat dengan masyarakat melalui keterlibatan pemerintah desa dan unsur lokal.
“Karena wilayah Kabupaten Bogor sangat luas, kami membutuhkan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan Desa Siaga TB yang terbukti mampu meningkatkan capaian penemuan dan penanganan kasus,” ujar Ajat.
Ia mengungkapkan, pada tahun 2025 program Desa Siaga TB telah diterapkan di sekitar 103 desa di Kabupaten Bogor. Program tersebut menunjukkan hasil positif dengan capaian target penemuan dan penanganan kasus yang mendekati 100 persen berkat keterlibatan aktif masyarakat dalam deteksi dini, edukasi kesehatan, serta pendampingan pasien.
Melihat efektivitas program tersebut, Pemkab Bogor menargetkan perluasan Desa Siaga TB pada tahun 2026 hingga seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Bogor memiliki sistem siaga tuberkulosis pada tahun 2027.
Untuk mendukung langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor telah mengalokasikan anggaran penanganan TB sekitar Rp16 miliar pada tahun 2025 yang didukung jaringan layanan kesehatan mulai dari RSUD, rumah sakit paru, 101 puskesmas, 93 puskesmas pembantu, sekitar 26 rumah sakit swasta, hingga 150 klinik yang tersebar di berbagai wilayah.