JAKARTA, ICONONLINE.ID – Pemerintah terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi permanen di wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatera. Melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp100,1 triliun untuk periode 2026–2028 guna mendukung pemulihan di berbagai sektor strategis.
Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas PRR Pascabencana Sumatera yang berlangsung di Kompleks Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kamis (18/6/2026).
Rapat dihadiri Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian didampingi Wakil Ketua I Satgas PRR Letjen TNI Richard Tampubolon, S.H., M.M, yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Umum TNI (Kasum TNI).
Pemulihan permanen difokuskan pada wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, setelah masa tanggap darurat berakhir dan layanan dasar masyarakat mulai kembali berjalan.
Muhammad Tito Karnavian menjelaskan bahwa anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi akan diarahkan untuk mempercepat pemulihan berbagai sektor mulai dari infrastruktur dasar, perumahan, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Berdasarkan Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera 2026–2028, alokasi anggaran dilakukan secara bertahap dengan rincian Rp38,9 triliun pada 2026, Rp32,9 triliun pada 2027, dan Rp28,2 triliun pada 2028.
Pelaksanaan program tersebut melibatkan 33 kementerian dan lembaga sebagai pelaksana utama maupun pendukung.
Lima Kementerian Sudah Terima Anggaran Pemulihan
Percepatan program mulai menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan laporan realisasi per 17 Juni 2026, terdapat lima kementerian dan lembaga yang telah menerima pagu anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi.