BOGOR, ICONONLINE.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mempercepat pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor, Jawa Barat, guna mendukung operasional KRL Commuter Line dengan kapasitas 12 rangkaian kereta (SF12). Proyek yang dimulai sejak 15 April 2026 tersebut diklaim berjalan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, mengatakan percepatan pembangunan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas layanan transportasi publik di lintas Bogor yang terus mengalami peningkatan jumlah penumpang.
“Alhamdulillah, pekerjaan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor berjalan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan,” ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2026).
Menurut Bobby, pengembangan peron tersebut ditargetkan selesai pada Juli 2026 sehingga rangkaian KRL 12 kereta dapat segera dioperasikan secara optimal di lintas Bogor.
Tingkatkan Kapasitas Angkut Penumpang
Dengan beroperasinya rangkaian Commuter Line 12 kereta, kapasitas angkut penumpang dalam satu perjalanan akan meningkat signifikan. Hal ini dinilai penting untuk mengurangi kepadatan, khususnya pada jam sibuk pagi dan sore hari.
“Percepatan ini menjadi kabar baik karena kapasitas layanan dapat segera ditingkatkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus tumbuh di Bogor Line,” jelas Bobby.
Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan mendesak mengingat jumlah pengguna Commuter Line Bogor terus mengalami pertumbuhan.
Data KAI menunjukkan dalam tiga tahun terakhir volume pelanggan Bogor Line meningkat sekitar 52,9 juta pelanggan atau tumbuh sebesar 51,9 persen.