BOGOR, ICONONLINE.IDBupati Bogor, Rudy Susmanto, menerapkan skema tanggung renteng dalam rencana pembangunan Jalan Khusus Armada Tambang dan Barang di wilayah barat Bumi Tegar Beriman.

Setelah bertahun-tahun dinantikan, pembangunan jalan khusus bagi armada tambang di wilayah Cigudeg, Parung Panjang, dan Rumpin kini mulai menemui titik terang.

Selama ini, mobilitas truk tronton pengangkut hasil tambang dari aktivitas quarry di kawasan Bogor Barat kerap memicu kecelakaan lalu lintas serta polusi debu yang meresahkan masyarakat.

Rudy Susmanto menjelaskan, pemerintah daerah saat ini tengah menempuh tahapan administratif agar proyek strategis tersebut segera terealisasi.

“Kami sudah usulkan untuk penetapan lokasi, karena proses itu dilakukan di Provinsi Jawa Barat. Mudah-mudahan Pemprov Jabar segera menerbitkan penetapan lokasi, sehingga dalam waktu dekat bisa langsung dilakukan proses pembebasan lahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan jalan khusus ini akan melibatkan peran aktif pihak swasta, khususnya para pengusaha tambang (quarry), melalui skema tanggung renteng.

“Kami menggandeng para pengusaha quarry dalam pembangunan jalan tersebut. Meskipun kami menganggarkan penuh untuk pembebasan lahan, tetapi para pengusaha tambang juga dimungkinkan memberikan hibah lahan. Begitu juga dalam beberapa pembangunan badan jalan, artinya dilakukan tanggung renteng,” kata Rudy.

Lebih lanjut, Rudy menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan akan dilakukan secara transparan dengan melibatkan pengawasan dari Komisi Pemberantasan Korupsi guna mencegah potensi penyimpangan.

“Untuk pembebasan lahan dan pembangunan jalan yang dilakukan secara bersama-sama pelaku usaha tambang legal di Cigudeg, Parung Panjang, dan Rumpin akan diawasi oleh KPK, agar tidak ada penyimpangan,” tandasnya.