BOGOR, ICONONLINE.ID – Festival Film Kabupaten Bogor (FFKB) ke-2 tahun 2026 tetap berjalan meski menghadapi keterbatasan anggaran. Walaupun sejumlah tahapan mengalami keterlambatan, semangat panitia dan para sineas Kabupaten Bogor tidak surut untuk menyukseskan ajang perfilman daerah tersebut hingga malam penganugerahan.
Peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor memahami kondisi yang dihadapi panitia. Mereka menyadari penyelenggara harus berupaya secara mandiri mencari dukungan pendanaan agar festival tetap dapat berlangsung.
Saat ini, FFKB 2026 telah memasuki tahap penjurian. Sejumlah nominasi dari berbagai kategori telah ditetapkan untuk selanjutnya diperebutkan pada malam puncak penghargaan.
Dewan juri yang terdiri dari Neno Warisman, Tabah Penemuan, Roni Mepet, Dadang Ridwan, dan Budi Sumarno mengaku terkesan dengan kualitas karya para sineas lokal.
"Penilaiannya ketat sekali. Karya-karyanya bagus dan punya identitas Bogor," ujar salah seorang juri.
Para juri juga optimistis perkembangan industri film di Kabupaten Bogor akan semakin maju dan mampu mewujudkan cita-cita menjadikan daerah tersebut sebagai "Kota Film", sesuai tagline yang diusung Festival Film Kabupaten Bogor.
Panitia menjelaskan, penyelenggaraan FFKB perdana pada 2025 dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan dana pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Kabupaten Bogor, Egi Gunadi Wibhawa.
Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, anggaran melalui Pokir kembali dialokasikan. Namun, menurut panitia, di tengah proses pelaksanaan dana tersebut dialihkan untuk kegiatan lain, sementara tahapan festival telah berjalan, termasuk proses produksi film di berbagai kecamatan.
Meski menghadapi kondisi tersebut, panitia memutuskan untuk tetap melanjutkan seluruh rangkaian kegiatan demi menjaga semangat para sineas lokal dan mendukung perkembangan perfilman di Kabupaten Bogor.