Jakarta, ICONONLINE.ID – Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menekankan pentingnya perencanaan vaksinasi campak yang lebih terukur dan berbasis data, dengan mempertimbangkan faktor cuaca serta karakteristik wilayah di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Felly di Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (20/4/2026). Ia menilai pendekatan distribusi vaksin selama ini masih cenderung reaktif, padahal pola penyebaran penyakit di negara tropis seperti Indonesia dapat diprediksi.

Legislator dari Partai NasDem ini mendorong pemerintah menyusun strategi vaksinasi yang mempertimbangkan siklus musim serta potensi kemunculan wabah di daerah tertentu.

Dengan pendekatan tersebut, intervensi kesehatan dapat dilakukan lebih dini sebelum terjadi lonjakan kasus.

“Dengan demikian, intervensi bisa dilakukan lebih awal sebelum kasus meningkat,” ujarnya.

Felly juga mengingatkan agar penanganan penyakit tidak hanya terfokus pada satu isu tertentu seperti tuberkulosis, tetapi juga tetap memperhatikan penyakit lain yang berpotensi menimbulkan wabah, termasuk campak dan polio.

Menurutnya, keseimbangan program imunisasi sangat penting untuk menjaga ketahanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

“Bukan berarti mengabaikan yang lain, seperti vaksin campak dan mungkin polio. Ini juga harus tetap dihitung,” tegasnya.

Ia menilai pemerintah perlu memiliki pendekatan berbasis perhitungan matang dalam menentukan prioritas vaksinasi, termasuk: