JAKARTA, ICONONLINE.ID – Pemerintah menilai penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat industri olahraga nasional sekaligus menggerakkan sektor ekonomi berbasis sport tourism. Ajang lari internasional yang berlangsung pada 13–14 Juni 2026 tersebut melibatkan sekitar 45 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan olahraga kini tidak hanya menjadi bagian dari gaya hidup sehat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang terus berkembang.

Menurut Erick, penyelenggaraan event olahraga berskala besar memberikan dampak luas terhadap berbagai sektor ekonomi, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga industri kreatif.

BTN Jakarta International Marathon 2026 merupakan langkah positif untuk mendorong masyarakat Indonesia semakin mengedepankan pola hidup sehat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi penggerak ekonomi melalui pengembangan sport tourism dan industri olahraga yang terus berkembang,” ujar Erick dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Minggu (14/6/2026).

Jumlah peserta yang mencapai sekitar 45 ribu orang dinilai menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga rekreasi maupun olahraga prestasi. Fenomena tersebut sejalan dengan tren global yang menempatkan ajang marathon sebagai salah satu motor penggerak ekonomi olahraga.

Pemerintah menilai olahraga saat ini telah berkembang menjadi instrumen pembangunan yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat citra kota dan negara di tingkat internasional.

Dalam konteks Jakarta, penyelenggaraan marathon internasional diyakini mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal peserta, serta mendorong perputaran ekonomi pada sektor pendukung.

Erick Thohir menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadikan marathon sebagai agenda olahraga internasional berkelanjutan dengan daya tarik global. Ia mencontohkan sejumlah kota dunia yang berhasil membangun identitas melalui penyelenggaraan marathon tahunan.

“Di dunia terdapat Boston Marathon dan Tokyo Marathon yang telah menjadi ikon olahraga internasional. Mengapa di Asia Tenggara kita tidak memiliki rangkaian event serupa? Mudah-mudahan pada tahun 2027 atau 2028, Indonesia bersama Singapura, Malaysia, dan Filipina dapat berkolaborasi menyelenggarakan rangkaian marathon kawasan ASEAN,” katanya.