Bogor, ICONONLINE.ID – Upaya peningkatan kualitas layanan Pemasyarakatan terus diperkuat melalui kolaborasi dan pertukaran praktik terbaik antarunit pelaksana teknis (UPT). Dalam rangka memperkuat pemenuhan hak dasar Warga Binaan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Barat (Kanwil Ditjenpas NTB) melaksanakan kunjungan studi tiru ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong untuk mempelajari pengelolaan Dapur Sahabat, Selasa (9/6/2026).
Kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas NTB, Akhmad Zaenal Fikri, bersama Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Praya dan jajaran.
Agenda tersebut difokuskan untuk memperdalam pemahaman mengenai sistem pengelolaan dapur yang memenuhi standar kebersihan, higiene dan sanitasi, keamanan pangan, serta mendukung pemenuhan hak dasar Warga Binaan atas makanan yang sehat dan layak konsumsi.
Selama kunjungan, rombongan meninjau langsung seluruh alur operasional Dapur Sahabat Lapas Cibinong, mulai dari penerimaan bahan makanan, penyimpanan bahan baku, proses pengolahan makanan, pengelolaan kebersihan dapur, hingga penerapan standar keamanan pangan yang diterapkan secara berkelanjutan.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) Lapas Kelas IIA Cibinong, Ricky Robby Rizkiawan, mengatakan kegiatan studi tiru menjadi ruang kolaboratif untuk memperkuat kualitas layanan Pemasyarakatan secara nasional.
“Kami menyambut baik kunjungan dan studi tiru dari UPT Pemasyarakatan lainnya untuk belajar bersama mengenai pengelolaan Dapur Sahabat. Berbagi pengetahuan dan pengalaman menjadi langkah positif untuk memperkuat kualitas layanan Pemasyarakatan di berbagai satuan kerja,” ujar Robby.
Ia menambahkan bahwa berbagai praktik yang diterapkan di Lapas Cibinong terus dikembangkan melalui evaluasi serta masukan dari berbagai pihak guna menciptakan layanan yang semakin baik.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas NTB, Akhmad Zaenal Fikri, mengapresiasi sistem pengelolaan dapur yang dinilai telah berjalan tertata dan memperhatikan aspek kesehatan serta keamanan konsumsi.
Menurutnya, hasil studi tiru ini akan menjadi referensi penting dalam penguatan layanan dapur di lingkungan Pemasyarakatan wilayah Nusa Tenggara Barat.