JAKARTA, ICONONLINE.ID – Kabar strategis datang dari sektor energi nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto mengungkapkan bahwa seluruh gas dari Proyek Masela telah berhasil terjual, menyusul tercapainya kesepakatan dalam LNG Development Agreement (LDA).

Kesepakatan tersebut dicapai pada 28 April 2026 pukul 22.00 WIB, setelah melalui proses negosiasi intensif selama dua hari di Jakarta (27–28 April 2026). Sejumlah pihak terlibat dalam pembahasan ini, antara lain INPEX, Pertamina Hulu Energi (PHE Masela), serta Petronas.

Djoko menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang berhasil mencapai kesepakatan meski melalui dinamika pembahasan yang cukup kompleks.

“Alhamdulillah seluruh gas Masela telah berhasil terjual. Ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh pihak, mulai dari SKK Migas, KKKS, hingga para mitra strategis,” ujar Djoko.

Kesepakatan LDA ini menjadi landasan penting untuk melanjutkan tahapan strategis berikutnya, yakni penandatanganan Head of Agreement (HoA) Binding dan Gas Sales Agreement (GSA) yang ditargetkan berlangsung pada Mei 2026.

Selain itu, LDA juga menjadi dasar bagi mitra proyek, khususnya INPEX dan joint venture partner, untuk memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan melalui skema Tied Buyer’s Credit (TBC). Hal ini sekaligus menjadi pijakan dalam penyusunan kontrak komersial dengan para pembeli LNG.

Lebih lanjut, Djoko menjelaskan bahwa kesepakatan tersebut juga merujuk pada surat SKK Migas kepada Menteri Keuangan terkait aspek penting seperti stabilization clause (nailed down principle) serta skema sponsor loan, yang memperkuat kepastian investasi dalam proyek Masela.

Dengan tercapainya LDA, proyek Lapangan Gas Abadi Masela kini semakin dekat menuju tahap Final Investment Decision (FID) yang ditargetkan pada akhir 2026.

“Ini adalah milestone krusial dalam pengembangan Masela. Tahap paling menentukan telah kita lewati,” tegasnya.