ICONONLINE.ID – Perubahan komposisi pemilih pada Pemilu 2029 diproyeksikan akan didominasi generasi muda, khususnya Generasi Z dan milenial. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Tangerang Selatan memperkuat kualitas demokrasi melalui program pendidikan politik bertajuk Sekolah Jawara.

Program yang diinisiasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) ini digelar di Serpong pada Selasa (21/4/2026), dengan melibatkan pelajar dan pemilih pemula sebagai peserta utama.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah demokrasi Indonesia ke depan.

“Posisi mereka strategis. Yang menjadi pekerjaan rumah adalah bagaimana caranya membekali mereka pengetahuan tentang demokrasi,” ujarnya.

Menurutnya, generasi muda tidak hanya berperan sebagai pemilih, tetapi juga mampu memengaruhi lingkungan sosial di sekitarnya.

Benyamin menjelaskan, Sekolah Jawara tidak hanya memberikan pemahaman teknis terkait proses pemungutan suara, tetapi juga mendorong kesadaran politik yang lebih mendalam.

Di era digital, akses informasi yang luas menjadi tantangan tersendiri karena maraknya disinformasi dan hoaks.

“Salah satu kemampuan yang harus dimiliki adalah bagaimana mengembangkan teknologi informasi. Tantangan dalam Pemilu adalah berita hoaks, dan itu juga akan diberikan materinya,” jelasnya.

Melalui program ini, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan dengan menyebarkan informasi yang benar serta mendorong partisipasi pemilih di lingkungannya.