BOVEN DIGOEL, ICONONLINE.ID – Panglima Komando Operasi TNI Habema, Yudha Airlangga, memimpin langsung kesiapan pelaksanaan evakuasi korban meninggal dunia akibat aksi kekerasan yang dilakukan kelompok separatis bersenjata Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka Kodap XVI Yahukimo di wilayah Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Jumat (22/5/2026).

Kegiatan diawali dengan peninjauan sejumlah pos personel satuan tugas (Satgas) guna memastikan kesiapan personel, perlengkapan, serta dukungan operasional yang akan digunakan dalam proses evakuasi korban di wilayah pedalaman Korowai.

Dalam peninjauan tersebut, Pangkoops TNI Habema melakukan pengecekan kondisi personel, kesiapan pos, alat komunikasi, hingga materiil pendukung lainnya.

Selain itu, Mayjen TNI Yudha Airlangga juga memberikan arahan kepada seluruh personel agar tetap mengutamakan profesionalisme, kewaspadaan, dan keselamatan selama pelaksanaan tugas.

“Saya bangga atas kesiapan dan semangat seluruh personel. Jangan lengah, tetap laksanakan tugas secara profesional, terukur, dan utamakan faktor keamanan serta keselamatan dalam setiap pergerakan di lapangan,” ujar Yudha Airlangga.

Persiapan evakuasi dilakukan melalui koordinasi intensif bersama satuan jajaran TNI, unsur pendukung penerbangan, serta personel gabungan yang akan diterjunkan ke lokasi kejadian.

Proses tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis Korowai yang berada di wilayah pedalaman dengan akses terbatas, medan berat, serta cuaca ekstrem.

Pangkoops TNI Habema menegaskan bahwa proses evakuasi korban menjadi prioritas utama sebagai bentuk tanggung jawab negara dalam memberikan perlindungan dan penanganan kemanusiaan terhadap masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.