BOGOR, ICONONLINE.ID – Kasus dugaan pencabulan terhadap anak di salah satu wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menuai sorotan publik. Orang tua korban mengaku kecewa terhadap respons pemerintah desa yang dinilai lambat dan minim pendampingan terhadap korban maupun keluarga.
Salah satu orang tua korban berinisial BIN mengungkapkan, kasus yang menimpa anaknya sempat dimediasi di kantor desa. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada tindak lanjut maupun perhatian serius dari pihak kepala desa.
“Kasus ini sempat dimediasi di kantor desa, tetapi sampai sekarang tidak ada respons dari kepala desa. Kami merasa seperti diabaikan,” ujar BIN kepada wartawan.
Menurut BIN, pihak Bhabinkamtibmas setempat justru menyarankan keluarga korban agar segera membuat laporan resmi ke Polres Bogor guna mempercepat proses penanganan hukum.
Orang Tua Korban Mengaku Sulit Mendapat Pendampingan
BIN menuturkan, para orang tua korban sempat mendatangi kantor desa untuk meminta pendampingan saat hendak melapor ke Polres Bogor. Namun, respons yang diterima dinilai tidak maksimal.
“Kami datang ke kantor desa berharap ada pendampingan untuk melapor ke Polres Bogor, tetapi kepala desa terkesan acuh,” katanya.
Bahkan, lanjut BIN, keluarga korban juga sempat meminta izin menggunakan mobil siaga desa untuk keperluan pelaporan. Namun permintaan tersebut disebut tidak dipenuhi dengan alasan keterbatasan biaya operasional.
“Saat mau pinjam mobil siaga untuk ke Polres Bogor juga tidak diberikan, alasannya tidak ada uang bensin,” ungkapnya.