Bogor, ICONONLINE.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia berbasis keagamaan melalui penyelenggaraan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) ke-2 tingkat Kabupaten Bogor Tahun 2026 di Babakan Madang, Senin (13/4/2026).

Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari visi kepemimpinan Rudy Susmanto dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Menurutnya, MQK menjadi momentum strategis dalam mencetak generasi santri yang unggul, berilmu, dan berakhlak mulia. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim, unsur DPRD, Kementerian Agama, MUI, Baznas, serta jajaran kepala perangkat daerah.

“Melalui MQK ini, kami berharap kemampuan santri dalam membaca, memahami, dan menjelaskan kitab kuning semakin meningkat, sekaligus menjadi bagian dari kaderisasi ulama di masa depan,” ujar Jaro Ade.

Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antar pesantren serta mempromosikan nilai-nilai keagamaan dan budaya di Kabupaten Bogor.

Kabupaten Bogor sendiri memiliki sekitar 3.000 pondok pesantren yang menjadi potensi besar dalam pembangunan daerah. Selain mengajarkan ilmu agama, pesantren juga berperan penting dalam membentuk karakter, kemandirian, dan integritas para santri.

“Kami mengapresiasi pimpinan pondok pesantren atas dedikasi dan kontribusinya dalam melahirkan berbagai prestasi, baik akademik maupun non-akademik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Raden Enjat Munjiat, menilai MQK menjadi momentum penting dalam mendukung penguatan sumber daya manusia, sejalan dengan program Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengingatkan para peserta untuk menjadikan ajang ini sebagai sarana belajar dan memperluas pengalaman, bukan sekadar mengejar kemenangan.