Bogor, ICONONLINE.ID – Sejak dibukanya kembali jalur pendakian Gunung Gede, aktivitas pendakian mengalami lonjakan signifikan. Ribuan pendaki dari berbagai daerah, khususnya Jabodetabek, memadati jalur pendakian setiap akhir pekan.
Namun di balik meningkatnya jumlah pendaki, persoalan klasik kembali mencuat, yakni sampah yang ditinggalkan di kawasan gunung. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Gunung Gede, tetapi juga di sejumlah gunung lain di Indonesia.
Melihat situasi tersebut, sekelompok pemuda yang tergabung dalam komunitas Sanscamp tergerak melakukan aksi nyata. Mereka menggelar kegiatan bersih-bersih di kawasan Alun-Alun Surya Kencana.
“Lihat di media sosial Gunung Gede banyak sampah pendaki, makanya kita naik bersama buat aksi bersih-bersih,” ujar Azam saat ditemui di jalur Pendakian Putri, Minggu (19/4/2026).
Meski melakukan pendakian pulang-pergi dalam satu hari atau dikenal dengan istilah tektok, para pemuda ini tetap berkomitmen menjalankan misi utama mereka setelah mencapai puncak.
“Target kita sudah sampai puncak, waktunya menyelesaikan misi, kita bersih-bersih Surya Kencana,” kata Fadhil bersama empat rekannya di puncak.
Dari puncak Gunung Gede, mereka langsung bergerak menuju Surya Kencana untuk menyisir area yang mulai sepi pendaki, setelah sebagian besar turun gunung.
Aksi delapan pemuda ini menjadi contoh kepedulian terhadap kelestarian alam di tengah tingginya minat pendakian. Mereka turut menjadi bagian dari ribuan pendaki yang memadati Gunung Gede pada 18–19 April 2026.
Selain berhasil menyelesaikan pendakian dengan selamat, mereka juga membawa pesan penting bahwa menjaga kebersihan gunung merupakan tanggung jawab bersama seluruh pendaki.