JAKARTA, ICONONLINE.ID – Pengawasan terhadap pembangunan Sekolah Rakyat (SR) dinilai perlu diperkuat seiring percepatan pelaksanaan program prioritas pemerintah di berbagai daerah. Pemantauan langsung dianggap penting untuk memastikan pembangunan berjalan tepat waktu, sesuai perencanaan, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri Pekerjaan Umum.
Menurutnya, pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu program prioritas yang membutuhkan perhatian bersama agar proses pelaksanaannya berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kunjungan-kunjungan spesifik kita untuk bisa meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat ini. Supaya, kami juga bisa membantu untuk menyampaikan pada publik bahwa persiapan pembangunan Sekolah Rakyat sudah sesuai dengan apa yang menjadi target,” ujar Syaiful Huda dalam rapat yang berlangsung di Gedung Nusantara, Selasa (2/6/2026).
Ia menilai keterlibatan Komisi V DPR RI dalam memantau pembangunan Sekolah Rakyat akan memberikan gambaran yang lebih utuh terkait perkembangan proyek di lapangan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap pelaksanaan program-program prioritas pemerintah.
Menurut Huda, melalui pemantauan langsung berbagai capaian maupun kendala yang muncul selama proses pembangunan dapat diidentifikasi lebih awal sehingga langkah perbaikan dapat segera dilakukan.
“Pembangunan Sekolah Rakyat ini perlu mendapat perhatian bersama agar progres pelaksanaannya dapat dipantau secara langsung dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” lanjut legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Huda turut mengapresiasi sejumlah program prioritas pemerintah yang saat ini dijalankan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Ia berharap seluruh program dapat berjalan sesuai rencana sehingga mampu mendukung pencapaian target pembangunan nasional. Selain itu, ia juga mendorong adanya evaluasi terhadap program-program yang pelaksanaannya belum berjalan sesuai perencanaan.