TANGERANG SELATAN, ICONONLINE.ID – Kualitas susu tidak hanya ditentukan saat proses pengolahan di pabrik, tetapi dimulai sejak tahap awal di peternakan. Faktor seperti kesehatan sapi, kualitas pakan, hingga kebersihan lingkungan kandang menjadi elemen penting dalam menghasilkan susu yang aman, higienis, dan bernilai gizi tinggi.

Hal tersebut disampaikan Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu Fakultas Peternakan IPB, Prof. Dr. Ir. Epi Taufik, dalam talkshow bertajuk “Kebaikan Susu untuk Temani Langkahmu, Kini dan Nanti” yang diselenggarakan oleh PT Frisian Flag Indonesia (FFI) di Atrium Bintaro Xchange Mall (BXC) 2, Tangerang Selatan, Minggu (31/5/2026).

Menurut Prof Epi, kualitas susu yang baik berawal dari sapi perah yang sehat dan terawat. Rumput yang dikonsumsi sapi kemudian diproses secara alami menjadi susu, sebelum dikumpulkan peternak dan dikirim ke pabrik untuk diolah menjadi berbagai produk susu siap konsumsi.

“Agar susu berkualitas, bersih, dan higienis, diperlukan standar yang ketat. Kualitas susu sangat bergantung pada praktik peternakan, mulai dari kesehatan sapi, kecukupan pakan, hingga kebersihan lingkungan kandang,” ujar Prof Epi.

Ia menjelaskan bahwa kualitas susu harus dijaga di seluruh rantai produksi, mulai dari peternakan hingga sampai ke tangan konsumen. Konsep tersebut dikenal dengan istilah from the grass to the glass.

Menurutnya, praktik higiene dan sanitasi yang baik di tingkat peternakan menjadi syarat utama untuk menghasilkan susu dengan kandungan gizi tinggi, jumlah bakteri rendah, serta aman dikonsumsi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Epi juga mengapresiasi komitmen PT Frisian Flag Indonesia yang tidak hanya membeli susu dari peternak lokal, tetapi turut melakukan pembinaan dan pendampingan guna meningkatkan kualitas produksi susu nasional.

Ia menilai hubungan antara perusahaan dan peternak merupakan bentuk simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan. Di satu sisi perusahaan membutuhkan pasokan susu berkualitas tinggi, sementara peternak membutuhkan pasar yang berkelanjutan.

“FFI melibatkan akademisi dan berbagai pihak dalam membina peternak agar menghasilkan susu yang berkualitas tinggi dan aman dikonsumsi,” jelasnya.