BOGOR, ICONONLINE.ID – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor menggelar berbagai program pelayanan ketenagakerjaan, mulai dari Disnaker Goes to School hingga bursa kerja bagi masyarakat dan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).
Program tersebut dilaksanakan di sejumlah sekolah dan akan berlangsung hingga 11 Juni 2026. Salah satu kegiatan Disnaker Goes to School digelar di SMKN 1 Cisarua, Selasa (19/5/2026).
Dalam program itu, Disnaker Kabupaten Bogor menyediakan berbagai layanan ketenagakerjaan, di antaranya pelayanan pembuatan Kartu Pencari Kerja (AK1), konseling karier, informasi lowongan kerja, hingga informasi bekerja di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor, Nana Mulyana, menjelaskan program tersebut digelar di 10 titik sekolah sebagai upaya mendekatkan pelayanan ketenagakerjaan kepada pelajar dan calon pencari kerja.
“Dalam kegiatan tersebut kami memberikan layanan pembuatan kartu AK1 atau kartu pencari kerja, layanan informasi lowongan kerja dalam dan luar negeri, serta bimbingan karier bagi lulusan SMK yang akan memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Menurut Nana, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, angka pengangguran terbuka di Kabupaten Bogor mencapai 7,69 persen. Dari jumlah tersebut, lulusan SMK menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran.
“Kondisi ini menjadi perhatian serius kami. Karena itu Disnaker hadir melalui program Goes to School untuk membantu lulusan memperoleh akses informasi dan peluang kerja,” jelasnya.
Selain turun langsung ke sekolah, Disnaker Kabupaten Bogor juga membuka layanan bursa kerja dalam rangkaian Kabogor Fest. Pada booth Disnaker, masyarakat dapat mengakses berbagai lowongan pekerjaan melalui barcode perusahaan yang membuka rekrutmen secara online di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Tak hanya peluang kerja dalam negeri, Disnaker Kabupaten Bogor juga tengah menjalin kerja sama dengan sejumlah Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk penempatan tenaga kerja ke Jepang hingga beberapa negara di Eropa.