ICONONLINE.ID – Ketegangan geopolitik di kawasan Selat Hormuz mulai memicu kekhawatiran global terhadap pasokan energi, meski hingga saat ini harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia belum mengalami kenaikan.
Namun, potensi gangguan distribusi minyak dunia dari jalur vital tersebut membuat sebagian masyarakat mulai melakukan langkah antisipasi, salah satunya dengan beralih ke sepeda sebagai moda transportasi alternatif.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sebagian besar distribusi minyak dunia. Ketegangan di kawasan tersebut berpotensi mengganggu pasokan global dan berdampak pada harga energi di berbagai negara.
Meski kondisi tersebut belum berdampak langsung pada kenaikan BBM di dalam negeri, kewaspadaan mulai meningkat di tengah masyarakat.
Sejumlah warga mulai mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor dan beralih menggunakan sepeda untuk aktivitas sehari-hari, khususnya untuk jarak dekat.
“Walaupun BBM belum naik, lebih baik mulai hemat dari sekarang. Pakai sepeda juga lebih sehat,” ujar Ibenk
Langkah ini dinilai sebagai bentuk adaptasi dini terhadap potensi kenaikan biaya energi di masa mendatang.
Selain menghemat pengeluaran, bersepeda juga membawa dampak positif bagi kesehatan, seperti meningkatkan kebugaran tubuh dan mengurangi risiko penyakit.
Di sisi lain, penggunaan sepeda turut membantu menekan polusi udara dan emisi karbon, terutama di wilayah perkotaan.