ICONONLINE.ID — Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) menggelar Sidang Umum ke-21 di Kuala Lumpur, yang menjadi momentum penting dalam memperkuat solidaritas dan komitmen jurnalis di kawasan Asia Tenggara.
Dalam sambutannya, Presiden CAJ, Atal S Depari, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga bentuk keberlanjutan komitmen bersama dalam menjaga profesionalisme dan tanggung jawab jurnalisme di tengah dinamika global.
“Atas rasa syukur, seluruh rangkaian Sidang Umum CAJ telah berlangsung dengan baik, lancar, dan penuh semangat kebersamaan. Ini menunjukkan bahwa organisasi kita tidak hanya hidup secara struktural, tetapi juga kuat secara nilai, solidaritas, profesionalisme, dan tanggung jawab terhadap masa depan jurnalisme,” ujar Atal, Senin (27/4/2026).
Acara tersebut turut dihadiri Deputy Minister of Communication Malaysia, Teo Nie Ching, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir, serta para pimpinan delegasi dari negara-negara anggota CAJ.
Dalam sidang tersebut, CAJ secara resmi menetapkan Low Boon Tat dari National Union of Journalists Malaysia sebagai Presiden CAJ yang baru.
Atal menyampaikan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan Low Boon Tat, CAJ akan semakin relevan dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari disrupsi digital, ancaman disinformasi, hingga menjaga integritas profesi jurnalis.
Ia juga mengajak seluruh anggota CAJ untuk memperkuat kolaborasi lintas negara. Menurutnya, kawasan ASEAN membutuhkan jurnalisme yang tidak hanya kuat di tingkat nasional, tetapi juga solid secara regional.
Selain itu, Atal menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Malaysia, khususnya Kementerian Komunikasi, atas dukungan dan sambutan hangat dalam penyelenggaraan sidang umum tersebut.
Mengakhiri sambutannya, ia mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan selama masa jabatannya dan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi bagi dunia jurnalistik.