Bogor, ICONONLINE.ID – Program Car Free Day (CFD) Tegar Beriman yang digagas oleh Rudy Susmanto terus menunjukkan dampak signifikan bagi masyarakat. Sepanjang April 2026, kawasan ini tidak hanya menjadi ruang olahraga, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat aktivitas terpadu yang menggerakkan ekonomi, pelayanan publik, edukasi, kesehatan, hingga lingkungan.
Dari sisi ekonomi, CFD Tegar Beriman mencatat performa yang impresif. Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian, puncak perputaran uang dari aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) terjadi pada 19 April 2026 dengan omzet mencapai Rp90,7 juta. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di kisaran Rp66,5 juta.
Kenaikan ini juga berdampak langsung pada pendapatan pedagang, dengan rata-rata omzet individu mencapai Rp697 ribu. Pertumbuhan tersebut seiring meningkatnya jumlah pedagang dari 130 orang di awal April menjadi 149 pedagang pada pekan ketiga.
Sektor kuliner masih mendominasi lebih dari 90 persen aktivitas perdagangan. Makanan ringan dan minuman menjadi penyumbang terbesar, menjadikan CFD sebagai destinasi wisata kuliner yang diminati masyarakat sekaligus motor penggerak ekonomi mikro.
Tidak hanya ekonomi, CFD Tegar Beriman juga berkembang menjadi ruang pelayanan publik terpadu. Berbagai layanan pemerintah dihadirkan langsung di lokasi untuk memudahkan masyarakat. Layanan administrasi kependudukan menjadi yang paling diminati dengan 354 pemohon dalam satu hari, sementara pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) mencatat transaksi hingga Rp2,2 juta.
Pemanfaatan teknologi juga terlihat dari tingginya penggunaan fasilitas WiFi gratis yang menjangkau lebih dari 1.000 pengguna. Di sisi edukasi, layanan perpustakaan “Pustaka Ceria” mengalami peningkatan kunjungan hingga 220 orang, termasuk lonjakan pendaftaran anggota baru.
Dalam bidang kesehatan, layanan cek kesehatan gratis rutin menjangkau ratusan warga setiap pekan. Pemeriksaan meliputi pengecekan fisik hingga skrining penyakit tidak menular. Selain itu, kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) juga mencatat partisipasi puluhan pendonor setiap pekannya.
Dari aspek lingkungan, CFD terbukti memberikan dampak positif. Data Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan penurunan signifikan tingkat polusi udara selama kegiatan berlangsung. Partikel debu turun dari 88,36 menjadi 31,61, sementara tingkat kebisingan menurun dari 71,41 dB menjadi 56,72 dB. Emisi gas berbahaya seperti nitrogen dioksida (NO₂) dan sulfur dioksida (SO₂) juga mengalami penurunan.
Program ini turut mendorong pertumbuhan UMKM lokal. Data Dinas Koperasi dan UMKM mencatat omzet pelaku usaha mencapai Rp39,1 juta pada awal April, dengan rata-rata pendapatan tertinggi per pelaku usaha menembus Rp1 juta. Jumlah pelaku UMKM yang terlibat juga meningkat dari 30 menjadi 40 peserta dalam satu bulan.