BOGOR, ICONONLINE.ID – Pemerintah memutuskan memberikan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram sebagai langkah membantu para perajin tempe yang terdampak kenaikan harga kedelai impor di pasar global.
Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga keberlangsungan produksi tempe sekaligus menekan beban biaya bahan baku yang saat ini mengalami peningkatan.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan bahwa kebutuhan kedelai nasional hingga saat ini masih didominasi oleh impor, terutama dari Amerika Serikat. Ketergantungan tersebut membuat harga kedelai di dalam negeri ikut terdampak ketika terjadi kenaikan harga internasional.
“Kedelai memang mengalami kenaikan harga. Hampir seluruh kebutuhan kedelai kita masih berasal dari impor Amerika Serikat. Kondisi ini tentu dirasakan langsung oleh para perajin tempe karena harga bahan baku mereka meningkat,” ujar Budi Santoso.
Menurutnya, pemerintah tidak tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Untuk menjaga keberlangsungan usaha para perajin tempe sekaligus menjaga stabilitas harga pangan, pemerintah telah menyiapkan skema bantuan subsidi.
Keputusan pemberian subsidi tersebut ditetapkan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.
“Dalam rapat yang dipimpin Pak Menko Bidang Pangan, Pak Zulhas, diputuskan bahwa kedelai akan mendapatkan subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram,” jelasnya.
Pada tahap awal, pemerintah menyiapkan penyaluran subsidi untuk sekitar 250 ribu ton kedelai impor yang berasal dari Amerika Serikat.
Program tersebut diharapkan mampu membantu menekan biaya produksi yang ditanggung perajin tempe di berbagai daerah sehingga aktivitas usaha tetap berjalan dan pasokan produk di pasar tetap terjaga.