BOGOR, ICONONLINE.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor secara resmi menutup rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 dengan berbagai kegiatan budaya yang sarat makna. Penutupan peringatan HJB tahun ini ditandai dengan prosesi penyatuan simbolis lemah cai (tanah dan air) dari 40 kecamatan, peluncuran Kereta Kencana Pajajaran, serta keberhasilan memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui pertunjukan alat musik tradisional Karinding.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengatakan seluruh rangkaian HJB selama satu bulan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi wujud komitmen pemerintah dalam membangun Kabupaten Bogor yang berlandaskan kebersamaan, karakter, dan jati diri budaya.
"Selama rangkaian kegiatan satu bulan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi membutuhkan kolaborasi dari semua pihak," ujar Yudi Santosa.
Salah satu prosesi paling bermakna pada penutupan HJB ke-544 adalah lemah cai, yakni penyerahan tanah dan air dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bogor.
Tanah dan air tersebut melambangkan keberagaman wilayah yang memiliki sejarah, budaya, dan identitas masing-masing sebagai fondasi pembangunan Kabupaten Bogor.
Menariknya, tanah dan air dari 40 kecamatan tidak dicampurkan menjadi satu, tetapi akan disimpan secara terpisah di lokasi khusus sebagai bentuk penghormatan terhadap identitas setiap wilayah. Tempat penyimpanan tersebut nantinya juga akan dibuka untuk masyarakat sebagai sarana edukasi sejarah dan budaya.
Dalam momentum penutupan HJB, Pemerintah Kabupaten Bogor juga memperkenalkan dua Kereta Kencana yang terinspirasi dari kejayaan Kerajaan Pajajaran, yakni Garuda Paksiwisesa dan Gading Puspakara.
Garuda Paksiwisesa melambangkan kekuatan, kewibawaan, dan keberanian, sedangkan Gading Puspakara merepresentasikan kemajuan, keindahan, serta pertumbuhan yang berkelanjutan.
Kedua kereta tersebut nantinya tidak hanya digunakan dalam kegiatan resmi pemerintahan, tetapi juga dipamerkan kepada masyarakat sebagai media edukasi sejarah dan pelestarian budaya Kabupaten Bogor.